Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 13 November 2013

Pre-Test Manajemen Kontrol Keamanan (Analisis Kinerja Sistem)

Kasus : Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi, menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?



Pembahasan :

Informasi yang merupakan aset harus dilindungi keamanannya. Keamanan, secara umum diartikan sebagai ‘ quality or state of being secure-to be free from danger ‘. Untuk menjadi aman adalah dengan cara dilindungi dari musuh dan bahaya. Keamanan bisa dicapai dengan beberapa strategi yang biasa dilakukan secara simultan atau digunakan dalam kombinasi satu dengan yang lainnya. Strategi keamanan informasi masing-masing memiliki fokus dan dibangun pada masing-masing kekhususannya. Contoh dari tinjauan keamanan informasi adalah:
Physical Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan pekerja atau anggota organisasi, aset fisik, dan tempat kerja dari berbagai ancaman meliputi bahaya kebakaran, akses tanpa otorisasi, dan bencana alam.
Personal Security yang overlap dengan ‘phisycal security’ dalam melindungi orang-orang dalam organisasi
Operation Security yang memfokuskan strategi untuk mengamankan kemampuan organisasi atau perusahaan untuk bekerja tanpa gangguan.
Communications Security yang bertujuan mengamankan media komunikasi, teknologi komunikasi dan isinya, serta kemampuan untuk memanfaatkan alat ini untuk mencapai tujuan organisasi.
Network Security yang memfokuskan pada pengamanan peralatan jaringan data organisasi, jaringannya dan isinya, serta kemampuan untuk menggunakan jaringan tersebut dalam memenuhi fungsi komunikasi data organisasi.


Masing-masing komponen di atas berkontribusi dalam program keamanan informasi secara keseluruhan. Keamanan informasi adalah perlindungan informasi termasuk sistem dan perangkat yang digunakan, menyimpan, dan mengirimkannya. Keamanan informasi melindungi informasi dari berbagai ancaman untuk menjamin kelangsungan usaha, meminimalisasi kerusakan akibat terjadinya ancaman, mempercepat kembalinya investasi dan peluang usaha.



Selasa, 05 November 2013

Profesi sebagai IS/IT Auditor

Pekerjaan sebagai seorang IS Auditor cocok untuk mereka yang selalu ingin belajar, karena memang mengharuskan untuk memahami berbagai jenis proses bisnis dari beragam industri, selain itu juga harus mengerti implementasi TI untuk setiap proses bisnis. Mengerti kedua hal tersebut penting karena tugas IS Auditor memastikan semua risiko sudah diantisipasi oleh penggunaan control yang efektif.

Banyak hal menarik yang bisa didapatkan oleh IS Auditor dalam pekerjaannya sehari-hari yang belum tentu dapat dilakukan oleh banyak profesi lainnya, seperti misalkan untuk mendapatkan akses ke setiap lingkungan IT yang ada di setiap organisasi. Namun hal tersebut juga diiringi dengan tanggung jawab yang besar, karena dengan menjadi IS Auditor kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari system yang digunakan oleh perusahaan/organisasi yang kita audit (auditee).
Seorang IS Auditor sebetulnya cukup terbuka untuk melakukan fraud tetapi pada dasarnya seorang IS Auditor professional tidak akan melakukan hal yang tidak etis karena naturenya seorang IS Auditor pasti selalu tergerak untuk berusaha mengendalikan dan mengamankan system IT sebuah organisasi.
Berdasarkan sharing knowledge dari seorang Senior IS Auditor di sebuah bank swasta terkemuka di Indonesia, untuk menjadi seorang IS Auditor khususnya Internal IS Auditor di Bank di perlukan 3 knowledge yang harus terus menerus dimiliki dan diasah, yaitu:
1. Banking Operation
2. IT System
3. Human Relation/Soft Skill
Ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh IS Auditor karena dalam pekerjaannya sehari-hari sangat-sangat membutuhkan keseimbangan 3 hal tersebut. So, bagi kalian semua mahasiswa/I School of Information Systems, mulailah sedari dini, sedari semester awal sudah harus bisa menentukan ingin berprofesi apa kalian kedepannya. Tenang saja, ada banyak pilihan profesi yang bisa digeluti oleh kalian di bidang system informasi. Dari mulai Profesi sebagai seorang Sistem Analis, Bisnis Analis, Project Manajer sampai dengan IS Auditor.
Kemudian, bagaimana cara memahami Proses Bisnis di dalam sebuah organisasi ? School of IS membekali para mahasiswanya dengan memberikan matakuliah-matakuliah yang mempelajari proses bisnis dan juga membekali para mahasiswa dalam memahami IT System dengan membekali mahasiswa matakuliah-matakuliah seperti Konsep SIstem Informasi, Analisa dan Perancangan sistem Informasi, Programming dan lainnya. Kemudian untuk membekali mahasiswa yang spesifik ingin menjadi seorang professional IS Auditor, untuk mereka yang memilih program IS Audit mendapatkan matakuliah-matakuliah yang dirancang sesuai dengan kurikulum Asosiasi IS Auditor seluruh dunia (www.isaca.org) yaitu seperti: IS Audit Fundamental dan Advance, IS Control, IT Governance, Business Continuity and Disaster Recovery, dan lainnya. Kemudian untuk mempertajam lagi kemampuan mahasiswa di bidang human relation atau soft skill, beberapa matakuliah menerapkan penilaian EES (Employability and Entrepreneurial Skill) dimana mahasiswa dalam proses pembelajarannya tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan teknis nya saja namun juga bagaimana mereka mampu melakukan kerjasama dengan rekan-rekannya di kelas. Hal ini bertujuan untuk lebih melatih lagi kemampuan soft skill mereka ketika sudah berada di dunia kerja nantinya.

Sumber :
http://sis.binus.ac.id/2012/12/04/profesi-sebagai-isit-auditor/
http://www.itinfopoint.com/post/122/it-audit-steps-/

Rabu, 09 Oktober 2013

Penerapan Telematika Dalam Berbagai Bidang

Ada beberpa macam penerapan aplikasi yang sudah berkembang diberbagai bagian-bagian pada lapisan masyarakat , maka tidak menutup kemungkinan terjadi tumpang tindih. Semua kegiatan kita dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor, sosial, ekonomi dan budaya. Bentuk penerapan dari telematika tersebut adalah.

1. E-goverment
E-goverment ini berfungsi untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di indonesia terdapat tim yang dalam bidang telematika yaitu TKTI. TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.
E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional, bahkan intrernasional.
2). E-commerce
Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau situs, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.
Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (soft ware), erbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain, yakni e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.
3). E-learning
Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan yang hanya bisa bertatap muka antara guru dan murid, sekarang bisa menggunakan internet yaitu dengan V-Class (Virtual Class). Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan modus belajar jarah jauh (distance lesrning) dengan media internet berbasis situs atau situs.
Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas, dapat dilakukan. Sehingga guru dan murid bisa mempermudah untuk bisa belajar dengan jarak yang cukup jauh.

Peranan kampus atau sekolah termasuk cukup sentral dalam kegiatan pembelajaran ini. Selain itu, situs bernuansa pendidikan non-institusi, perpustakaan online, dan interaksi dalam group, juga sangatlah mendukung. Selain murid atau mahasiswa, portal e-learning dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.